Perkuat Pelaksanaan Asta Protas, Kemenag Riau Gelar Rakor Pendidikan Madrasah Selasa, 29/09/2026 | 13:49
PEKANBARU - Memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta memastikan pelaksanaan program-program Kementerian Agama, khususnya di lingkungan madrasah berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas Kementerian Agama, Bidang Pendidikan Madrasah menggelar rapat koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah, Selasa (22/9/2026). Diikuti 87 peserta, kegiatan ini mengambil tema konsolidasi program Asta Protas Kementerian Agama.
Kepala Kanwil Kemenag Riau Muliardi dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan berbagai program di madrasah. Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam memastikan program dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat.
“Koordinasi tentang program-program di madrasah harus terus diperkuat. Kepala madrasah memiliki peran penting dalam memastikan seluruh program berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Muliardi juga mengingatkan bahwa jabatan kepala madrasah merupakan tugas tambahan yang diemban seorang guru. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian, dan berpedoman pada regulasi.
Ia menilai perkembangan teknologi dan transportasi digital saat ini membuat informasi bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut aparatur Kementerian Agama untuk semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengambil setiap keputusan.
“Kecepatan informasi dan transportasi digital saat ini sudah tidak terbentang. Kita bekerja di Kementerian Agama ini harus berhati-hati. Masyarakat menaruh harapan dan melihat kita sebagai orang yang harus memberikan keteladanan,” ungkapnya.
Muliardi menyampaikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin memiliki konsekuensi dan risiko. Risiko tersebut dapat berskala kecil, sedang, maupun besar. Namun, menurutnya, risiko tidak boleh menjadi alasan bagi seorang pemimpin untuk menghindari tanggung jawab.
“Sebagai pemimpin, banyak risiko dari keputusan yang kita ambil terhadap bawahan kita. Jangan dibayangkan setiap keputusan dan kebijakan itu tidak ada risikonya. Ada risiko kecil, sedang, maupun besar. Jangan lari dari risiko, hadapi,” tegasnya.
Terakhir Muliardi mengatakan “Pengawasan harus dilakukan secara berjenjang. Dari madrasah, dilakukan pembinaan dan pengawasan oleh Kankemenag Kabupaten/Kota, kemudian berjenjang ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau. Dengan pengawasan yang baik dan berjenjang, setiap program dapat berjalan sesuai regulasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” Tutupnya. (Fd)